How to spend an Amazing 24 Hours in Melbourne.

Thirty Summers

So you find yourself in Melbourne with a day to explore. Fantastic! Follow this itinerary, or simply select parts of it, to truly immerse yourself in the world’s most liveable city. Or if you are a fellow Melburnian you are bound to discover some new ideas to try out. As Marcel Proust once said…

“The real voyage of discovery consists not in seeking new lands, but in having new eyes!”


24 Hours in Melbourne. Explore, unearth, taste and experience.

EARLY MORNING

Up, up and away.

Something that very few visitors, and perhaps even fewer locals can say is that they have witnessed Melbourne wake up. A city of close to five million people doesn’t subtlety awaken. Lights go on, people emerge, trains and trams buzz and cars begin to hit the roads.

However you can rise above all this hubbub and get a birds-eye view as the city stirs. Quite literally! A hot air…

View original post 2,503 more words

Pembahasan Akhir Jika WP Tidak Setuju

dedensaefudin

Berikut ini aturan tentang pembahasan akhir, jika WP tidak setuju:

1.  UU KUP Pasal 25 ayat 3a:

Dalam hal Wajib Pajak mengajukan keberatan atas surat ketetapan pajak, Wajib Pajak wajib melunasi pajak yang masih harus dibayar paling sedikit sejumlah yang telah disetujui Wajib Pajak dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan, sebelum surat keberatan disampaikan.

2.  Penjelasan pasal 25 ayat 3a:

Ketentuan ini mengatur bahwa persyaratan pengajuan keberatan bagi Wajib Pajak adalah harus melunasi terlebih dahulu sejumlah kewajiban perpajakannya yang telah disetujui Wajib Pajak pada saat pembahasan akhir hasil pemeriksaan. Pelunasan tersebut harus dilakukan sebelum Wajib Pajak mengajukan keberatan

Aturan bahwa WP harus melunasi terlebih dahulu jumlah pajak yang terutang berdasar perhitungan WP ada pada UU KUP baru yang mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2010. Aturan sebelumnya WP harus melumasi jumlah PPh sebesar 50% dari SKP.

3. PER – 19/PJ/2008

a. Pasal 14

(3)  Wajib Pajak dapat memberikan tanggapan…

View original post 543 more words

Apa sih Pendulum Nusantara itu?

Renovatio

Tol laut = Pendulum Nusantara

Beberapa hari belakangan ini saya menemukan beberapa diskusi di social media terkait program “tol laut” yang diutarakan oleh salah satu capres ketika acara debat 15 Juni kemarin. Namun sayangnya sebagian besar yang membahas ini tidak terlalu tahu apa itu program “tol laut”, sehingga isi dari diskusinya jauh dari pembahasan esensi program, tapi hanya jadi debat dua kubu pendukung capres.

Jujur saja, saya bukan pendukung salah satu capres. Dan saya juga tidak tertarik untuk berbicara politik dan berdebat mana capres yang lebih baik. Saya tidak peduli siapa yang menyebutkan program “tol laut ” ini untuk dijadikan salah satu program unggulan atau media kampanyenya. Tapi ketika esensi program ini menjadi blur hanya karena perdebatan antara dua kubu, saya jadi agak gatel untuk mencoba memberi penjelasan dari sudut pandang saya.

“Tol laut” yang disebutkan salah satu capres, rasanya tidak lain dan tidak bukan adalah program Pendulum Nusantara yang…

View original post 1,813 more words

Pengamen Sensitip

Very Weird Experience alias once hahahhaa

blog teller

Kenapa yak nasib gue dan temen gue, Ayu, apes bener kalau pulang kantor naik bis bareng.

Kejadian menyebalkan pertama kira2 sebulan yang lalu. Namanya perempuan ya, kalau udah duduk bareng mesti ngoceh, cerita ke sana kemari ngalor ngidul. Mulai dari hosip (gosip) berita yang lagi hits, bos di kantor, cerita tentang temen, apa aja deh yang bisa dibahas kita bahas. Malam itu seperti biasa gue sama ayu cerita2 lagi di dalam bis perjalanan ke blok m. Pas di daerah dukuh atas ada pengamen dua orang,  masih anak2 tanggung naik bis kita. Mulai deh nyanyi gonjrang gonjreng ga jelas nyanyi apa. Gue sama ayu tetep asiiik aja cerita. Lama-lama Ayu mulai notice nih, karena dia duduk di pinggir kan (yang lorong orang jalan), itu pengamen mepet2 terus ke Ayu dan kayaknya sengaja, sampai Ayu duduknya jadi maju beberapa centi. Tapi karena cerita kita lagi seru2nya, yaa ga terlalu mikirin itu pengamen…

View original post 531 more words

Kisah Memilukan Sang Proklamator di Akhir Kekuasaannya…

Nangiiiiiiiis hatiku :((

Di momen 68 tahun kemerdekaan Indonesia ini, ingin saya bagikan sebuah kisah memilukan dari The Founding Father Soekarno pada masa-masa akhir kekuasaannya. Semua jasa dan perjuangan Soekarno seakan tidak ada nilainya jika menyimak kisah ini. Bagaimana kisahnya ? simaklah di bawah ini :

Tak lama setelah mosi tidak percaya parlemen bentukan Nasution di tahun 1967 dan MPRS menunjuk Suharto sebagai Presiden RI, Bung Karno menerima surat untuk segera meninggalkan Istana dalam waktu 2 X 24 Jam. Bung Karno tidak diberi waktu untuk menginventarisir barang-barang pribadinya. Wajah-wajah tentara yang mengusir Bung Karno tidak bersahabat lagi. “Bapak harus cepat meninggalkan Istana ini dalam waktu dua hari dari sekarang!”.Bung Karno pergi ke ruang makan dan melihat Guruh sedang membaca sesuatu di ruang itu. “Mana kakak-kakakmu” kata Bung Karno. Guruh menoleh ke arah Bapaknya dan berkata “Mereka pergi ke rumah Ibu”. Rumah Ibu yang dimaksud adalah rumah Fatmawati di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru. Bung…

View original post 1,818 more words