Silver Linings Playbook

slp

Akhirnya, minggu lalu saya menonton film Silver Linings Playbook. Yang saya tahu dari film ini sebelumnya adalah tokoh utama wanita dalam film yaitu Jennifer Lawrence berhasil mendapatkan Oscar di penghargaan Academy Award tahun ini dan tokoh utama pria diceritakan memiliki gangguan kejiwaan. Saya bahkan tidak tahu yang memerankan Pat sebagai tokoh utama pria adalah si ganteng Bradley Cooper. Yang membuat saya tertarik untuk menonton adalah poin kedua, bahwa tokoh utama pria menderita bipolar disorder.

Saya yang memang sengaja tidak mau membaca resensi ataupun mencari tahu mengenai film ini, awalnya berpikir film ini adalah film berat yang menceritakan kehidupan Pat. Sebagai pengagum novel Sybil yang memiliki 16 kepribadian dan Billy Milligan yang memiliki 24 kepribadian ganda, saya sudah menyiapkan otak saya untuk menonton film Silver Linings Playbook.

Ternyata film ini tidak seberat seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Film ini menceritakan Pat seorang guru SMA dengan gangguan bipolar yang dibebaskan dari rumah sakit jiwa setelah dirawat selama 8 bulan setelah ia melakukan tindak kekerasan terhadap rekan kerjanya yang ia tangkap basah berselingkuh dengan istrinya, Nikki. Pat kembali tinggal di kediaman orang tuanya. Tujuan Pat setelah keluar dari rumah sakit jiwa sederhana yaitu mendapatkan kehidupannya yang hilang,  bertekad untuk tetap positif dan mendapatkan kembali istrinya walaupun kondisi sebenarnya ia dilarang bertemu Nikki.

Dalam suatu makan malam di rumah sahabatnya, Ronnie (John Ortiz) dan istri (Julia Stiles) ia diperkenalkan dengan Tiffany (Jennifer Lawrence), adik dari istri Ronnie, seorang janda yang mengalami depresi sehingga ia berhubungan seksual dengan teman sekantornya dan menyebabkan dirinya dipecat dari pekerjaannya.

Percakapan Pat dan Tiffany (yang sama-sama memiliki masalah mental) di pertemuan pertama dipenuhi dengan saling melontarkan kata-kata hinaan, membandingkan obat-obatan yang mereka konsumsi, namun justru disitulah mereka memiliki koneksi satu sama lain.

Menurut saya peran Pat sangat mengesankan dimainkan oleh Bradley Cooper, sehingga saya lupa wajah gantengnya dan fokus ke karakternya yang menderita gangguan jiwa. Sayang, dia tidak berhasil mendapatkan oscar untuk perannya ini. Sedangkan Jeniffer Lawrence juga bermain sangat baik. Dengan tampilannya yang serba hitam, menambah kesan bahwa dirinya memang sedang mengalami depresi.

Mendadak saya sok tau soal film, namun memang saya kagum dengan adegan dan dialog-dialog yang lucu dalam film ini jadi terkesan tidak dipaksakan. Seperti percakapan ‘aneh’ setiap Pat dan Tiffany bertemu, juga saat pertama kalinya kakak Pat, Jack bertemu dengannya di rumah orangtuanya. Kata-katanya yang mengesalkan namun jadi membuat dialog itu terdengar lucu. Kehadiran psikiater Pat yang tiba-tiba muncul di pertandingan Eagles, ternyata dia dan para India lain-lainnya juga merupakan fans dari Eagles. Peran Chris Tucker yang menjadi Danny walau sedikit juga menjadi hiburan tersendiri.

Walau fokus dalam film ini ada pada tokoh utamanya, namun pemeran-pemeran pendukungnya juga memiliki kontribusi besar untuk menjadikan film ini menjadi suatu cerita. Yang saya sukai juga dari film yang diambil dari novel karangan Matthew Quick dengan judul yang sama ini yaitu penggambaran bahwa tidak hanya orang yang didiagnosa memiliki penyakit kejiwaan yang hidupnya bisa bermasalah, bahkan orang yang dianggap “normal” di dunia ini juga mungkin saja dalam episode hidupnya mengalami gangguan jiwa.

Seperti Ayah Pat (Robert De Niro) yang walau sangat peduli dengan anaknya tapi ia juga memiliki ‘masalah’ yaitu seorang penjudi kompulsif dan fans dari Tim Philadelphia Eangles yang sangat fanatik.

Juga sahabat Pat, Ronnie yang sangat tertekan dengan pernikahannya. Ia merasa harga dirinya hilang namun di sisi lain ia juga tidak mampu membicarakan masalahnya dengan istrinya, sehingga kepulangan Pat dari rumah sakit menjadi penenang jiwanya karena ia bisa sedikit “curhat” ke Pat. Di suatu adegan Ronnie juga menceritakan ke Pat bagaimana ia melampiaskan perasaannya melalui lagu-lagu yang ia dengar.

Film ini kaya rasa. Dramanya jelas ada, lucunya banyak, dan romantisme tidak ditunjukkan hanya dari kisah cinta hubungan romantis pria dan wanita, tapi juga ditunjukkan dari hubungan cinta antara orangtua ke anak, salah satunya saat Ayah Pat mendatangi Pat ke kamarnya dan mencurahkan isi hatinya selama ini, dan juga perilaku ibunya yang selalu mendukung suami dan anak-anaknya.

Menurut saya lagi, sutradara film ini,  David O. Russel dan seluruh timnya berhasil membuat film bertema komedi romantis namun juga tidak cheesy. Cara Tiffany yang tidak sengaja membantu Pat untuk tetap fokus dan positif dalam melakukan suatu kegiatan dengan menari, dan pada akhirnya Pat mengetahui pertanda bahwa Tiffany tertarik padanya lewat kata-kata ‘tanda’ yang dia tulis dan dilontarkan. Hubungan romantis yang ditunjukkan lewat cara yang sangat tidak romantis, menurut saya. Dan seperti kebanyakan film lainnya yang berakhir bahagia, pada akhirnya film ini pun berakhir bahagia, dan menurut saya tidak ada yang salah dengan hal itu.

Ditambah lagi, lagu-lagu soundtrack yang dimainkan semua tampak pas. Banyak lagu-lagu lama seperti My Cherie Amour dan Don’t You Worry Bout The Thing-nya Stevie Wonder, Girl From The North Country  oleh Johnny Cash & Bob Dylan, serta Unsquare Dance – The Dave Brubeck Quartet tetap bisa menghibur.

Film ini penuh dengan semangat, pengharapan dan rasa syukur (maafkan kalau saya berlebihan) seperti kata-kata Pat terakhir di film:

The world will break your heart ten ways to Sunday. That’s guaranteed. I can’t begin to explain that. Or the craziness inside myself and everyone else. But guess what? Sunday’s my favorite day again. I think of what everyone did for me, and I feel like a very lucky guy.

Sepertinya kalau saya teruskan tidak akan habis kata-kata pujian saya untuk film ini. Yang pasti saya berniat untuk menontonnya kembali, dan bagi yang belum sempat menonton, tontonlah karena yang pasti kalian tidak akan rugi ;).

O, iya, saya barusan menemukan trivia tentang film ini dan tambah membuat saya kagum.

http://id.m.yahoo.com/w/legobpengine/omg/blogs/blog-editor/lima-trivia-film-silver-linings-playbook-084346338.html?.intl=ID&.lang=id-ID

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s