My Poetry

Biarin orang mengira gue sok-sok an jadi puitis hehehe, tapi ternyata gue enjoy juga, jadi sejak 2 tahun yang lalu, kadang-kadang kalau gue lagi seneng banget, sedih banget, marah banget, gue suka ungkapin lewat kata-kata. Sebenarnya malu juga kalau sampai dibaca orang-orang yang sudah superior di bidangnya. Tapi enggak dosa kan ? Hak asasi lagi…so….I proudly present (ehem) beberapa, kalau sampai (akhirnya) ada yang baca blog gue, please give a comment. Thx.

Mar 3, 2004

Bosan, terbaring, terlelap

Tidak ada satu hal yang berguna yang dapat dilakukan

Keinginan tanpa batas dan mimpi yang tak tak terbendung

Energi yang lebih harus dilakukan ………

Apa daya ?

Tidak ada tangan ketiga atau pertanyaannya …..

Haruskah campur tangan ketiga ?

Pupus. Habis. Ditelan waktu

Berapa banyak ?

Tidak ada yang berusaha untuk menghitungnya

Di luar hujan mencium tanah kering

Wangi tanah basahnya menyebarkan kesegaran khasnya

Mengingatkanku…..

Akan semua angan dan mimpi yang bergelantung….

April 24, 2004

Bingung, tidak ada kata – kata yang bisa mengungkapkan perasaan. Sedih, kecewa, putus asa, pengharapan yang tiada akhir. Cobaankah ? Yang pasti semuanya adalah konsekuensi atas apa yang pernah aku lakukan. Penebus dosa, mungkin itu lebih mudah diterima. Bagaimana dengan orang lain ? Tidak penjelasan untuk mereka dan memang tidak perlu. Ini adalah sesuatu hal yang sangat pribadi sifatnya. Tidak akan tersebar dan terdengar oleh orang lain. Tapi apakah akan kuasa menahan ini semua ? Masih terasa palu itu menohok hati dan memukul berkali-kali. Pelan namun pasti. Sedikit tapi perih. Sadar hal ini akan membawaku ke suatu jurang. Namun sebelum itu, pengharapan harus tetap ada.

April 24, 2004

Dipersimpangan jalan kuberdiri

Bingung menentukan arah kehidupan

Lampu jalan menyipitkan sinarnya dan pohon tua tampak letih menyapa

Kesadaran tak akan pernah datang, bila tak ada keyakinan menyertainya

Masih di persimpangan kuberdiri

Ingatan masa lalu datang silih berganti

Menyentak bagai petir di siang hari

Tetap belum ku tersadar

Mencari jati diri yang telah lama hilang

Di ujung jalan kulihat cahaya

Yang terpancar darinya adalah keabadian

Akhirnya aku menyadari

Bukan yang mana yang harus kupilih

Namun lebih bagaimana aku melewati

May 9, 2004

Tak terarah rasa rindu yang menggantung

Kutancapkan angan di atas langit yang paling tinggi, tak terjangkau, tak terpegang

Kusambung seluruh benang cintamu

Tak terkecuali kusut ditengahnya

Namun waktu terus berlalu dan masa berganti……

Mengapa hilang arahku

Adakah ombak menggulung kapalmu disana ?

Atau badai mengacaukan arah mata anginnya

Tidak ada yang tahu pasti

Walau semua habis ditelan waktu

Cinta suci tetap ada di sini

Di hati………

July 19, 2004

Cinta memang milik semua makhluk hidup.

Tidak ada batasan yang menyertai.

Semua makhluk boleh merasakan, bisa menikmatinya.

Tapi jangan lupa, para pecinta……

Berani mencintai berarti siap kehilangan segalanya, harga diri, harta pribadi, kontrol diri, jati diri, banyak lagi……..akan banyak kita kehilangan sesuatu jika cinta tidak diimbangi dengan iman dan kecintaan kita pada Allah.

Berdoalah pecinta, semoga Allah memberikan pasangan hidup yang mencintai kita sebesar kita mencintainya dan tentu saja sesuai petunjukNya kepada kita makhluknya

Feb 9, 2005

Titik-titik hujan membasahi tanah

Bagai menunggu hati yang resah

Datang cahaya di malam gelap

Membuka tabir hati yang pekat

Dinding kotor, bagaikan kumbangan

Berharap semua bukan bualan

Ketika hari itu datang

Pengharapan datang menjelang

Bagai tiang kukuh berdiri

Hati telah terpatri

Namun

Gelombang datang, diri tak mampu bertahan

Kenyataan atau hanya kiasan

Titik – titik hujan kembali membasahi tanah

Tapi hati tak lagi resah

Feb 9, 2005

Malam datang laksana pemenang

Menghabiskan rasa yang tersisa

Pandangan duka telah terbuka

Seiring lara yang membara

Hari adalah harga diri

Tiada yang bisa mengakhiri

Kecuali mereka yang pasti

Sembuh dari yang tersakiti

 

Feb 10, 2005

Dalam gelap ku mengingat

Sebuah wajah tampan dengan senyum yang hangat

Tak tersadar tangan kecilku ingin mengenggamnya

Mengapa hanya bayang yang menyapa ?

Mengapa tiada cahaya meneranginya ?

Mengapa cuma jejak yang kuinjak ?

Hanya mimpi sesaatkah ?

Atau kau memang pergi melangkah ?

Terbang dengan sayap berhias ?

Tinggal harapan yang menghinggap

Merindu datangnya gelap

Tak sadar aku

Masih dalam lamunanku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s